Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON
(JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN)

Edited by Paul Harris
Continuum – 1997

Daily Reading with John Main
(Bacaan Harian Bersama John Main)

Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku.
8 Januari

Di sepanjang sejarah Kekristenan, pria dan wanita pendoa menjalankan misinya untuk membawa sesama mereka dan generasi penerus mereka pada pencerahan yang sama, dilahirkan kembali dalam Roh seperti yang dikhotbahkan Yesus. Salah seorang guru ini adalah Yohanes Kasianus dari abad ke empat telah diakui sebagai salah seorang guru yang berpengaruh dalam kehidupan rohani di Barat. Peranan penting yang dimainkan oleh Yohanes Kasianus adalah ia merupakan guru yang memberikan inspirasi bagi St.Benediktus dan kehidupan membiara di Barat, dengan membawa tradisi spiritualitas Timur kedalam pengalaman hidup di Barat.

Dalam mendengarkan dengan perhatian yang penuh pada pengajaran Abbas Iskak membuat Kasianus dibakar oleh semangat berdoa dan keputusan bulat untuk bertekun dalam doa. Abbas Iskak berbicara dengan fasih dan tulus tetapi, sebagaiman yang disimpulkan oleh Kasianus dalam konferensinya yang pertama 'Dengan kata-kata Abbas Iskak, kami terpesona daripada terpuaskan, karena kami merasa bahwa walaupun doa yang sempurna telah diperlihatkan pada kami tetapi kami masih saja tidak dapat memahaminya dan membutuhkan disiplin untuk terus berdoa dengan tekun dan setia'.

Kasianus dan Germanus kembali pada Abbas Iskak setelah beberapa hari dengan pertanyaan sederhana; 'Bagaimana kami harus berdoa ? Ajarlah kami, tunjukkanlah pada kami.' Jawabnya atas pertanyaan mereka dapat ditemukan dalam konferensi Kasianus yang kesepuluh, yang mempengaruhi pemahaman orang orang dinegara Barat tentang doa sampai saat ini.
Unsur unsur yang berkaitan erat dengan doa: kemiskinan dan penebusan, menyebabkan Kasianus menyebut doa sebagai 'kemiskinan'. 'Pikiran harus terus menerus berpegang teguh pada mantra', tulis Kasianus, 'sampai kita merasa kuat karena kita telah menggunakannya secara terus menerus', mantra mengesampingkan segala kekayaan pikiran yang lalu lalang dan membatasi pada kemiskinan satu kata. Bagi mereka kemiskinan ini menggenapi kalimat sabda bahagia pertama: 'Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah empunya Kerajaan sorga' (Mat 5:3)

Word into Silence


Bacaan Harian Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: