|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 10 Februari Saya pikir sulit bagi kita pada abad 20 ini karena kita tinggal di masyarakat yang materialistis. Masyarakat yang memandang semuanya dari segi kepemilikannya dan walupun jika kita secara lahiriah tampak lebih mementingkan hal-hal yang rohani, kita dengan mudah menjadi materialistis secara rohani. Sebagai ganti mengumpulkan uang, kita berusaha mengumpulkan karunia atau pengalaman rohani. Tetapi jalan doa ini adalah jalan untuk bebas-lepas dan penyerahan, dan ini merupakan hal yang sulit bagi kita karena kita telah diajarkan untuk mencapai keberhasilan, kita telah diajar pentingnya menjadi pemenang, bukan kekalahan. Tetapi Yesus mengatakan "Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya" (Mat 16:25). Dan mengucapkan mantra adalah tanggapan dari perintah Yesus untuk sepenuhnya berada dalam naungannya, untuk memberi pada-Nya perhatian kita yang tidak terbagi, untuk memberi pada-Nya hati kita yang tidak terbagi, untuk berada dalam keadaan yang tidak terbagi, atau dengan kata lain bersatu dengan Dia. St. Paulus adalah salah satu guru yang bijaksana dalam tradisi kontemplatif. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma tentang panggilan sebagai orang Kristen yaitu untuk mengalami "kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah" (Rm 8:21). Dan dia menanyakan bagaimana kita mencapai kebebasan itu, bagaimana kita masuk dan menyadarinya? Dia menjawab, "...hanya iman yang bekerja oleh kasih" (Gal 5:6). Dan jalan kepada iman itu, bekerja oleh kasih, ialah 'bersatu dalam Yesus Kristus'. Untuk maksud inilah tujuan dari Meditasi Kristiani. Yesus tinggal di dalam hati kita. Meditasi Kristiani menyadarkan kita akan hadirat-Nya. Untuk itu kita harus belajar menjadi hening, diam dan penuh perhatian akan kehadiran ini dalam hati kita. Dan jalan untuk dapat memperhatikan dengan penuh ialah mengulangi mantra kita. Untuk mengulanginyadari awal meditasi sampai akhir, tanpa henti. The Way of Unknowing Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||