|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 13 Februari Bila kita menemukan roh kita, diri kita yang sejati, maka ini merupakan sebuah pengalaman sukacita yang tak terlukiskan, sukacita yang mebebaskan. Agar kita dapat secara berangsur-angsur menanggalkan segala imajinasi yang sudah melekat dengan kita, memerlukan sikap tertentu yang sangat ditekankan dalam ajaran St Paulus yaitu keberanian, iman, komitmen dan ketekunan. Sifat-sifat inilah yang memampukan kita untuk bertahan dengan komitmen harian kita dalam peziarahan rohani, ketekunan untuk bermeditasi dua kali sehari dan 'semangat kemiskinan' yang terjadi karena kita dengan setia mengucapkan mantra kita. Buah-buah roh ini tidak muncul dengan sendirinya tetapi merupakan buah-buah cinta kasih, anugerah dari Roh Kudus yang membawa kita kepada diri-Nya, kepada cinta yang lebih mendalam. Tidak ada jalan menuju kebenaran atau Roh yang bukan jalan cinta. Allah adalah cinta. Ketika kita semakin masuk ke dalam keheningan, kita mulai memahami dan mengalami arti sesungguhnya dari kata-kata Yesus ini: "Barangsiapa ingin menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya" (Mrk 8:35). Demikian juga, "Barangsiapa yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal dirinya" (Mrk 8:34). Kita berusaha untuk dapat duduk dengan tenang. Kita belajar untuk mengucapkan mantra kita. Untuk belajar mengucapkan mantra dibutuhkan ketekunan dan kemauan untuk melepaskan semua pikiran kita waktu kita bermeditasi. Bila kita tekun bermeditasi maka kita akan menemukan bahwa kemiskinan mantra membawa kita kepada kerendah hatian dan kesederhanaan, yang memampukan kita untuk tetap bertekun bermeditasi melebihi perkiraan kita sebelumnya. Meditasi adalah doa iman, karena kita harus menyangkal diri kita sendiri sebelum kita merasakan kehadiran Diri yang absolut yang adalah Allah sendiri. Setelah kita menyangkal diri, tidak ada janji bahwa kita akan mengalami hadirat-Nya. Hakikat dari kemiskinan itu sendiri membawa risiko bahwa kita merasa seolah-olah tidak ditanggapi, risiko yang sama pada semua orang yang mencinta. Word into Silence Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||