|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 21 Februari Renungkanlah kata-kata dari St. Yohanes dari Salib: Malam yang gelap gulita Terbakar oleh kerinduan cinta yang berkobar-kobar Oh, rahmat yang tak terkatakan! Aku keluar tak terlihat Rumahku sekarang seluruhnya hening Itu adalah keheningan doa yang dijelaskan dengan begitu indah oleh St. Yohanes dari Salib dalam puisinya. Keheningan doa kita merupakan kesempatan bagi kita untuk keluar dari kegelapan malam, memasuki malam dimana kita dipenuhi oleh cahaya cinta. Sekali lagi, anda yang sudah bermeditasi cukup lama akan mengetahui bahwa apa yang diperlukan oleh kita adalah kesetiaan untuk bermeditasi setiap hari dalam kesederhanaan, tidak diganggu oleh segala pengertian, tidak diganggu oleh segala pengetahuan karena pengertian kita, pengetahuan kita begitu terbatas, melainkan kita menjadi terbuka pada kasih Tuhan. Di dalam kasih-Nya, semua pengetahuan, semua pengertian diberikan dan itu semua diberikan tidak dalam bentuk yang terbatas, melainnya yang bentuk yang tak ada batasnya. Itu semua akan menjadi kepunyaan kita, sekarang dan sepanjang segala abad. Karena dengan hati yang terbuka pada cinta kasih Tuhan yang tidak terbatas, kita sekarang sungguh abadi. Kesederhanaan, kesetiaan dan kemiskinan. Rumah yang harus kita tinggalkan adalah ego kita dengan segala nafsu untuk memiliki, merasa diri penting - kita harus meninggalkannya dan kita harus keluar menuju Tuhan yang memerdekakan dan tak terbatas. Bagaimana kita melakukan ini semua? Hanya dengan prioritas yang jelas di dalam pikiran kita, di dalam hati kita, dan prioritas kita adalah kerajaan Allah yang kita cari, tidak di tempat ketiga, atau ditempat ke dua, tidak pada jam ke enam, tidak pada jam ke tiga, tetapi di tempat pertama dan setiap jam. Waktu-waktu meditasi kita adalah seperti waktu penantian tetapi Tuhan selalu beserta kita dan kita selalu mencari-Nya dan kita selalu mencintai-Nya. Prioritas kita haruslah jelas: Kerajaan Allah yang pertama. Fully Alive Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||