|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 25 Februari Inilah tujuan meditasi kita yaitu untuk menuntun kita menyadari secara penuh siapakan diri kita yang sesungguhnya, dimana kita berada, untuk tidak membuang waktu dengan selalu menunda komitmen kita. Kita harus berpijak pada kenyataan saat kini dimana kita dapat melihat keindahan diri kita. Kita harus menjadi tenang. Kita harus belajar bagaimana memperhatikan dengan tekun dan setia kenyataan dari diri kita pada masa kini. Père de Caussade menyebutnya "sakramen masa kini" dan mantra menuntun kita untuk menyadari secara penuh keabadian ilahi. Mantra adalah sakramen untuk menyadari masa kini. Kita selalu diingatkan bahwa kita tidak dapat memaksakan proses meditasi dengan cara apapun. Atau dengan kata lain, kita tidak dapat mempercepat proses alami meditasi. Mantra akan berakar dengan sendirinya dalam hati kita kalau kita tekun dan setia mengucapkannya. Kita tidak perlu menanyakan pada diri kita, "Sejauh mana saya maju? Apakah saya mengucapkan mantra, menggemakan atau mendengarkannya?" Jika kita memaksakan proses atau selalu memperhatikan kemajuan yang sudah dicapai, maka dapat dikatakan bahwa kita tidak bermeditasi karena perhatian kita terpusat pada diri kita sendiri, mementingkan diri kita sendiri, memikirkan diri kita sendiri. Meditasi membutuhkan kesederhanaan yang penuh. Kita dipimpin menuju pada kesederhanaan yang penuh itu, tetapi kita mulai dan terus mengucapkan mantra. Word into Silence Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||