|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 16 Maret Dan sesungguhnya Kristus sendiri yang memberikan perintah ini kepada kita: "Barang siapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya" (I Yoh 4: 19-21). Hendaklah kita menangkap dengan jelas apa yang dikatakan oleh St. Yohanes yaitu bahwa kita tidak dapat memilih mengasihi Allah atau sesama kita. Kita mengasihi keduanya atau tidak sama sekali. Dan cinta berarti kita bersukacita walau ada perbedaan diantara kita karena kita menyadari bahwa pada diri kita yang terdalam kita adalah satu. Dalam persatuan ini masing masing dari kita menemukan diri kita yang sesungguhnya. Jadi dalam hidup bersama orang lain, kita tidak hanya mencari kesamaan tetapi lebih dari itu bahwa kita menemukan diri kita yang sesungguhnya yang membedakan kita dengan yang lain, sebab diri kita yang sesungguhnya hanya nampak dan menjadi nyata saat kita memperhatikan yang lain sepenuhnya. Dalam meditasi kita mengembangkan kemampuan kita untuk mengarahkan diri kita sepenuhnya pada "Yang Lain". Kita belajar untuk menerima sesama kita apa adanya sama seperti kita belajar menerima Allah sepenuhnya. Kita belajar untuk tidak memanipulasi sesama kita tetapi lebih menghormati mereka, mengakui peran penting mereka, keindahan yang ada dalam diri mereka: dengan kata lain kita belajar untuk mengasihi mereka. Karena inilah, doa menjadi sekolah untuk menciptakan komunitas. Didalam dan melalui keseriusan dan ketekunan dalam doa, kita mengagumi keampuhan komunitas Kristiani yang sesungguhnya. Word into Silence Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||