|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 21 Maret Mengucapkan mantra merupakan tanda bahwa kita ’bebas-lepas’. Setiap kali kita mengucapkan mantra, kita menyangkal, kita meninggalkan, segala pikiran kita, segala kekhawatiran kita, segala harapan kita, segala ketakutan kita. Dengan hilangnya segala kelekatan pada milik kita, maka kita juga tidak melekat pada diri kita. Dengan mengucapkan mantra kita menjadi, seperti yang dikatakan dalam Zen, "mata yang melihat tetapi tidak dapat melihat mata itu sendiri". Orang yang bermeditasi adalah orang yang melihat lurus kedepan. Pandangannya menjadi jelas karena tidak ada gambaran lain dari ego yang mengganggu cahaya murni dari Allah yang datang dan timbul dari mata hati kita. Meditasi adalah jalan cinta karena arti dan tujuan meditasi adalah persatuan. Tetapi kita tidak dapat menemukan kata yang tepat untuk berbicara tentang meditasi dan itulah sebabnya dalam kosa-kata Buddhist, misalnya, atau perkataan Yesus, tampak seolah-olah berlawanan (paradoksal) bagi pikiran kita yang hanya dapat mengungkapkan sebagian kebenaran dari pengalaman kita. "Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya" (Mat 16:25) Tetapi itu merupakan parodoks yang benar dan perlu yang membuat kita ’kehilangan nyawa’ untuk "menyelamatkan nyawa" kita, kita harus menyangkal diri kita untuk dapat menemukan diri kita yang sebenarnya. Kata "communion" adalah kata yang mengungkapkan dengan sempurna pengalaman meditasi: kita dalam kesatuan yang sama. Yesus dan diri kita bersatu dengan Allah Bapa. Jalan meditasi adalah jalan untuk mengenal realitas karena dengan persatuan yang sempurna dengan Sang Pencipta, kita dapat hidup sepenuhnya dari akar kita sendiri. Hidup sepenuhnya berarti menyadari asal kita dan hidup sepenuhnya dalam kuasa Allah. Untuk menyadari ini kita perlu tabah dan setia. Kita memerlukan keteguhan yang memampukan kita untuk kembali setiap hari untuk bermeditasi; kita tidak peduli dengan kemajuan yang sudah dicapai atau pencerahan atau keberhasilan tetapi dengan setia dan rendah hati kembali ke meditasi kita. Dalam meditasi, sebagai orang Kristen, hati kita diarahkan pada cinta kasih Allah. Setiap dari kita telah menemukan dan kemudian mengingat, mengetahuinya dengan sangat jelas dan pasti, bahwa kita dapat mencintai dan dicintai. Kita juga mengetahui, bukan hanya dari intelek kita tetapi melalui pengetahuan berdasarkan pengalaman kita, didalam hati kita sendiri. Itu merupakan pengetahuan yang paling penting bagi kita semua dan itulah alasan mengapa meditasi begitu penting. The Heart of Creation Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||