|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 6 April Kita cenderung berpikir bahwa waktu bermeditasi kita tidak berbuat apa-apa. Saya pikir banyak orang juga berpikir bahwa meditasi merupakan persiapan untuk suatu karya atau penyegar bagi kita setelah kita bekarya. Tetapi semakin lama anda bermeditasi, semakin anda menyadari bahwa meditasi bukanlah suatu jalan dimana kita tidak berbuat apa-apa. Meditasi bukanlah sesuatu diluar karya kita, melainkan meditasi berada pada pusat karya kita. Saya pikir meditasi dapat kita sebut sebagai 'karya kita yang sesungguhnya'. Meditasi merupakan bentuk yang paling tinggi dari karya manusia. Meditasi merupakan karya yang sesungguhnya karena meditasi membawa kita pada 'diri kita yang sesungguhnya'. Orang yang mengikuti jalan ini tidak menolak apapun. Kita tidak menolak apapun dari diri pribadi kita dan kita menemukan diri kita terintegrasi, semua yang bisa kita lakukan, semua talenta kita menjadi satu dalam keserasian dengan dan dalam sumber dari diri kita. Hal yang sulit bagi kita adalah untuk menjadi tenang dan belajar untuk mengucapkan mantra dengan penuh iman, dan setiap dari kita harus memperlajarinya sendiri, tetapi anda harus memahami bahwa tujuan dari mengucapkan mantra ialah untuk membawa kita untuk bertemu dengan diri kita sendiri dan kemudian berjalan melampaui diri kita untuk bertemu dengan Allah. Kita harus memahami bahwa kita bukanlah kepunyaan kita sendiri, bahwa kita adalah kepunyaan Allah dan karena itu kita tidak dapat memiliki diri kita sendiri. Kita hanya mencari jalan untuk hadir, hadir dihadapan Allah. Perhatikan pesan yang disampaikan dalam surat St. Paulus kepada jemaat di Korintus. "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1 Kor 6:19) Being On The Way Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||