Home
Kalender Kegiatan Komunitas
Renungan Prapaskah 2018
Bacaan Harian Bersama John Main
Daily Wisdom
Weekly Teaching
Newsletter
Renungan Bacaan Injil
Bahan Pengajaran
> > Bahasa Indonesia
> > Bahasa Inggris
Cara Bermeditasi
Pokok Pengajaran
Oblat WCCM
Kerabat Meditator


Acara Khusus
Jadwal Pertemuan
Kolom Tanya Jawab
Berita & Foto
Sharing
Kepustakaan
Tentang Kami
Hubungi Kami















Links:
Bahasa Inggris
* WCCM
* Programme | Bonnevaux Centre for Peace
* School of Meditation
* Christian Meditation for Priests












SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON
(JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN)

Edited by Paul Harris
Continuum – 1997

Daily Reading with John Main
(Bacaan Harian Bersama John Main)

Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku.
22 Mei

Dalam beberapa hal, meditasi mirip seperti pengeboran minyak dan kita harus terus menggali hati kita, dan dalam ajaran Kristiani, dengan memasuki diri kita yang paling dalam berarti kita dapat menemukan harta karun yang dimiliki oleh kita semua, yaitu Roh Allah, di kedalaman diri kita sendiri. Sangat baik jika anda dapat bermeditasi menjelang pagi atau menjelang malam. Setiap orang harus menemukan sendiri waktu yang cocok untuk bermeditasi di sela-sela kesibukan hariannya. Jika memungkinkan, mulailah pagi dan malam anda dengan meditasi. Saya pikir baik kalau kita bermeditasi setelah kita mandi, atau paling tidak cuci muka dan tangan anda sehingga anda dapat menghilangkan debu dari tempat kerja anda atau juga rasa kantuk anda. Mandi menyegarkan tubuh kita agar tidak mengantuk selama bermeditasi.

Kemudian kita menyiapkan roh kita dengan bernafas teratur, tenang dan dalam. Persiapan ini merupakan tanda bahwa kita mau melakukan sesuatu yang penting. Ingatlah bahwa meditasi berarti memasuki hadirat Allah dimana setiap dari kita belajar untuk menjadi dirinya sendiri, menjadi orang sesuai dengan panggilan kita. Untuk bermeditasi kita harus mengabaikan segala imajinasi dan termasuk juga imajinasi tentang diri kita sendiri. Sehingga ketika kita bermeditasi kita menanggalkan semua topeng-topeng kita. Kita meletakkannya di lantai dan kita mulai menjadi orang yang sesungguhnya, kita dalam kesederhanaan yang sepenuhnya dan kemudian kita mulai mengucapkan mantra kita - ma - ra - na - tha. Ingatlah bahwa kita mengucapkan mantra tidak untuk membuat orang lain kagum pada kita atau untuk menciptakan imajinasi tentang diri kita, walaupun itu imajinasi yang bersifat rohani. Kita mengucapkan mantra kita untuk dapat melepaskan semua imajinasi, semua kata-kata sehingga kita dapat menjadi sungguh-sungguh sederhana dan kita harus duduk diam.

The Door to Silence



Bacaan Harian Lainnya:







Meditasi Kristiani Online:
Praktek dan Pengajaran Singkat
Six Week
Week 1:


Week 2:


Week 3

Week 4

Week 5

Week 6

Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia



YOUTUBE: