|
||||||
|
Home Kalender Kegiatan Komunitas Renungan Prapaskah 2018 Bacaan Harian Bersama John Main Daily Wisdom Weekly Teaching Newsletter Renungan Bacaan Injil Bahan Pengajaran > > Bahasa Indonesia > > Bahasa Inggris Cara Bermeditasi Pokok Pengajaran Oblat WCCM Kerabat Meditator ![]() Acara Khusus Jadwal Pertemuan
Berita & Foto Sharing Kepustakaan Tentang Kami Hubungi Kami ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() Links: Bahasa Inggris * WCCM * Programme | Bonnevaux Centre for Peace * School of Meditation * Christian Meditation for Priests |
![]() SILENCE AND STILLNESS IN EVERY SEASON (JALAN KEHENINGAN SEPANJANG TAHUN) Edited by Paul Harris Continuum – 1997 Daily Reading with John Main (Bacaan Harian Bersama John Main) Catatan: untuk bacaan harian dari bulan Juli sampai Desember tidak akan dimasukkan dalam web ini karena "Jalan Keheningan Sepanjang Tahun" akan diterbitkan dalam bentuk buku. 30 Juni Pengarang buku "The Cloud of Unknowing (Awan Tidak Tahu)" berbicara tentang meditasi sebagai cara untuk menyembuhkan luka-luka dosa kita pada akarnya. Usaha kita untuk bermeditasi merupakan juga usaha penyembuhan, usaha untuk bertumbuh dan meditasi merupakan perjalanan dimana kita meninggalkan segala sesuatu yang membuat diri kita dan semua yang terjadi disekeliling kita yang terkotak-kotak. Kita berjalan dalam iman menuju pada kesatuan dengan Allah. Dalam Kitab Kejadian kita membaca bahwa sesudah Adam memakan buah terlarang, Adam bersembunyi ketika dia mendengar Tuhan Allah berjalan di kebun. Dasar dari segala sesuatu yang membuat kita terkotak-kotak adalah ketakutan, dan meditasi adalah jalan untuk menemukan cinta kasih yang tak terbatas dalam hati kita sendiri, cinta ini yang akan mengenyahkan segala ketakutan. Ego pada dasarnya adalah gambaran dari diri kita sendiri, gambaran yang kita proyeksikan. Gambaran diri Adam tentang dirinya, begitu egonya mulai bekerja, tiba-tiba ia membutuhkan pakaian sehingga dia dapat menampilkan dirinya yang sesungguhnya dihadapan cahaya kebenaran. Semua ini adalah khayalan, semua gambaran yang salah tentang diri kita, sesama kita dan Allah adalah hasil dari ego. Ego bagaikan prisma, dimana cahaya yang masuk akan terurai. Cahaya yang sesungguhnya diurai dan kemudian jalan cahaya di belokkan dari jalan yang seharusnya. Meditasi menuntun kita untuk mengenyahkan prisma tersebut dan menyatukan kembali cahaya yang telah terurai. Meditasi membuat kita mampu untuk menikmati karunia dari diri kita yang seutuhnya dan memampukan kita untuk sungguh-sungguh terbuka pada keajaiban dari persatuan kita dengan Allah dan semuanya ini merupakan anugerah-Nya yang diberikan secara cuma-cuma. Kesatuan kita tidak hanya dinikmati dengan mengamatinya dari luar tetapi dengan masuk kedalam pusat kesatuan itu. Ego kita selalu memanggil kita untuk menjadi mapan tetapi diri kita yang sebenarnya diciptakan untuk berjalan lebih jauh dari kemapanan menuju sumbernya. Meditasi membawa kita dari keterkotak-kotakan ke persatuan. The Door to Silence Bacaan Harian Lainnya:
|
|
Meditasi Kristiani Online: Praktek dan Pengajaran Singkat Six Week Week 1: Week 2: Week 3 Week 4 Week 5 Week 6 Subscribe Youtube: Meditasi Kristiani Indonesia ![]() YOUTUBE: |
|||